20 Oct

Shooting Diary, The Last Day!

WHOAAAA…!!! Akhirnya sampai juga pada hari terakhir. Berbeda dari kemaren yang ribet dengan masalah yang seakan nggak pernah berhenti, hari ini sutingnya aman damai.

Tika (Kartika Jahja) datang untuk take. Dia kebagian jadi tokoh misterius bernama Ibu Mona, yang konon sangat powerful.

Oh senangnya hari terakhir…

IT’S A WRAAAAAAAPPPPP…!!!

HAHAHAHAHAHAHAHA…

20 Oct

Shooting Diary, Day 28

Dua hari lagi! Dua hari lagi!

Kegembiraan kami kami besok adalah hari terakhir syuting tiba-tiba hilang. Hari ini kami suting di daerah kota. Siapa sangka tempat suting yang sudah dipakai jutaan kali memberikan kami sakit kepala yang luar biasa. Padahal kami sudah mengantongi ijin.

Pagi-pagi, satpam sebuah bank yang ada di daerah ini tiba-tiba marah-marah. Kalimatnya panjaaaaaang nggak ada komanya. Dia komplain masalah billboard yang katanya menghalangi jalan masuk para customernya. Padahal satu mobil truk juga bisa lewat. Lala akhirnya turun tangan dengan caranya yang unik.

Selesai masalah satpam bank, tiba-tiba seorang bapak berdiri di depan kamera dan marah-marah menyuruh kami bubar. Untung setelah itu beres.

Dan akhirnya satu lagi pihak datang marah-marah. Duh… pusing. Untung Lala bekas preman. Semua beres.

Malamnya, kami masih diserbu nyamuk, dan diprotes pemilik restoran. Ah, aneh sekali hari ini.

20 Oct

Shooting Diary, Day 27

The mysterious building where all the tourists go…

20 Oct

Shooting Diary, Day 26

8 a.m.

Gue seneng karena dua temen deket gue hari datang. Yang satu Anto Sinaga yang main sebagai preman, dan satu lagi Lasja F. Susatyo yang nengokin suaminya, Anto, main.

Hari ini nggak kayak suting karena bawaannya ketawa terus. Bayu yang selalu bertanya-tanya seberat apa sih kamera akhirnya bisa merasakan penderitaan DP kalau harus handheld.

Malamnya kami kembali ke kota untuk suting adegan-adegan seram lagi.

20 Oct

Shooting Diary, Day 25

Happy pictures…

20 Oct

Shooting Diary, Day 24

Hell Hospital

Hari ini syuting set rumah sakit. Yang jadi dokternya Patrice yang juga desainer kostum yang dua hari yang lalu ngomong sendiri di depan cermin. Yang jadi susternya Nittanazyra C Noer. Kalau gue, gue nggak akan pernah mau masuk rumah sakit ini dengan adanya dua orang itu. Separah apapun sakitnya. :)

20 Oct

Shooting Diary, Day 23

Hari ini kami syuting di Prasetiya Mulya Business School, Cilandak, yang lagi-lagi disulap sama geng art jadi sebuah alun-alun kota.

Lagi ribet banget nih, liat foto aja, ya. :)

20 Oct

Shooting Diary, Day 22

Barusan fotografer kami, Eriek Juragan, menemukan desainer kostum kami, Patrice, sedang berbicara sendiri di depan cermin. Salah satu kru kostum bilang gini, “Dia terlalu terbawa atmosfer Pintu Terlarang, Bang. Kasian dia.”

Iya, kasian Patrice. :)

20 Oct

Shooting Diary, Day 21

It’s mad house!

Hari ini, kru-kru terbagi dua. Pertama yang bergidik melihat adegan-adegan mengerikan yang sedang disyut, yang kedua yang malah ketawa-ketawa. Yang masuk bagian kedua memang rata-rata setengah gila.

Untuk melindungi pembaca blog ini yang di bawah umur, kami hanya bisa mem-posting dua foto ini.

20 Oct

Shooting Diary, Day 20

WHOAAAAAA…

Hari ini kayaknya puluhan liter darah kami habiskan. Set banjir darah. It’s a promise. There will be blood…